contoh essai media cetak dalam pandangan kaum salafi

 

Tugas menulis essai tentang menurunya media cetak

Oleh Nila Lulu Husniyah 230301097

Mahasiswi KPI UIT Kediri

 

Media Cetak Dalam Pandangan Kaum Salafi

            Informasi sesuatu yang di butuhkan oleh makhluk sosial, dengan adanya informasi manusia menggerakan akal pikiran untuk menambah wawasan, pengambilan keputusan dan pemecahan persoalan. Informasi dapat ditemukan salah satunya dengan media cetak. Dulu sebelum kemjuan teknologi mengandalkan media cetak yang dibentuk berbagai macam seperti majalah, buletin, koran, dll. Namun saat kemajuan modernasi media cetak mulai mengalami penurunan secara grafik karena kemajuan teknologi yang dengan cepat dan mudah memberikan informasi dimanapun dan kapanpun yang kita inginkan.

            Memasuki abad 20 segalanya mulai tergantikan dengan kemujan teknologi, setiap elemen mulai menggunkan kemajuan teknologi seperti dengan segenggam persegi panjang yang canggih. Namun pondok pesantren HM Almahrusiyah putri tetap melestarikan tradisi lama seperti larangan membawa elektronik handphone. Sebagai estafet informasi pada para santri yayasan Almahrusiyah memberikan wadah kelembagaan pers yang bernama pers mahrusy dengan memasarkan media cetak seperti majalah dan buletin.

            Kelembagaan pers mahrusy beramsumsi bahwa setiap santri berhak mendapatkan informasi tentang isu-isu yang diperbincangkan massa yang di anggap penting oleh dunia agar menenggelamkan pandangan primitif dan ketinggalan jaman dari santri serta dapat menjawab tantangan apa saja yang nanti dihadapkan ketika terjun di kehidupan yang sesungguhnya.

             Seperti pada umumnya lembaga media cetak yang memiliki tenggak waktu pers mahrusy pun mengapdet majalah selama dua bulan sekali dan buletin selama satu bulan sekali. Meski sudah semaksimal penuh membantu para santri untuk mendapatkan informasi bagi para santri, tetap saja tantangan yang dihadapi pers tetap ada diantaranya keminimanya membaca santri.  Penelitian dari pers mahrusy yaitu Lailatul Lutfi Khusniyah di asrama asyiqie Almahrusiyah III Ngampel keminiman membaca santri karena di anggap berat oleh konsumen. Meski dengan begitu pers mahrusy tetap mengapdet penerbitan majalah dan buletin agar media cetak tidak terpunahkan.

            Banyak media cetak mulai dipunahlan, salah satu alasan media cetak di abad 21 mulai dihilangkan karena berbagai faktor diantaranya yang utama adalah keminiman membaca dan pengalihan gaya hidup yang ingin serba instan. Jika masyarakat lebih menyukai yang berbaur online yang penyampaian informasi cepat dan singkat namun pendapat dari pimpinan redaksi bisnis Indosenia Arif menganggap informasi yang bermedia cetak lebih akurat dan mendalam dalam menyampainkan berita tang tekstual untuk pembaca (republika ramadhan). Jika dalam dunia pesantren santri drmgan mudah mempercayai suatu informasi atau isu dari mulut ke mulut tanpa mau membuktikannya secara ilmiah, agar tidak terjadi distorsi, hal ini tentu menjadi tantangan pers mahrusy.

            Dengan adanya media cetak dianggap lebih kompeten dibanding media lainnya karena tahapan yang ketat sebelum didistribusikan sehingga penyampain informasi yang akurat kebenarannya atau hoak tidak terjadi, tentunya kita sering menjumpai informasi atau berita yang belum terbukti kevalidannya apalagi di lingkungan pondok pesantren yang minim elektronika pastinya media cetak  pers elmahrusy menjadi solusinya.

 

Comments