contoh fearure

 Judul:

Hari Kelulusan yang Berlipat Makna: Siswa SMK Ini Khatam 30 Juz Al-Qur’an di Hari Wisudanya

Isi Feature:

Di tengah gegap gempita kelulusan siswa SMK, ada satu momen yang membuat haru para guru dan orang tua di SMK Negeri 2 Salatiga, Jawa Tengah. Seorang siswa bernama Muhammad Ridho Alfarizi (18) tak hanya berhasil menyelesaikan pendidikan tiga tahunnya di jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, tapi juga berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an—semuanya bertepatan di hari pengumuman kelulusan.

Ridho bukan berasal dari keluarga berada. Ayah dan ibunya bekerja sebagai penjual sayur keliling di Pasar Blauran. Sejak kecil, Ridho sudah terbiasa bangun sebelum subuh untuk membantu orang tua sebelum berangkat sekolah. Namun, di sela-sela kesibukan itu, Ridho tetap menyempatkan diri untuk menghafal Al-Qur’an secara mandiri. Ia memanfaatkan waktu usai subuh dan malam hari untuk menghafal dan murajaah hafalannya.

“Target saya dari awal masuk SMK adalah bisa lulus sambil membawa hadiah untuk orang tua, bukan cuma ijazah, tapi juga hafalan 30 juz,” ucap Ridho dengan suara bergetar. Ia mengaku sempat merasa tertinggal dari teman-teman yang mondok di pesantren, tapi hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk terus mengejar target pribadi itu. “Saya percaya, asal niatnya kuat, Allah akan bantu,” tambahnya.

Semangatnya yang tak pernah padam membuat para guru ikut terharu. Siti Nurjanah, guru agama Ridho, mengaku kagum dengan konsistensi Ridho yang tak pernah absen menyetor hafalan setiap pekan meskipun tidak ada kewajiban dari sekolah. “Dia datang sendiri ke saya, minta disimak hafalan. Saya lihat sendiri bagaimana hafalannya makin mantap dari waktu ke waktu,” kata Bu Siti.

Puncaknya terjadi di hari kelulusan, saat nama Ridho diumumkan sebagai salah satu siswa terbaik angkatan. Namun, kejutan datang ketika ia diminta naik ke atas panggung dan menyenandungkan potongan ayat dari juz 30. Tangis para guru, siswa, dan orang tua pun pecah ketika diumumkan bahwa Ridho telah menyelesaikan hafalan 30 juz tepat pada hari itu. Sebuah sertifikat khatam hafalan dari lembaga tahfiz lokal pun diberikan sebagai simbol pencapaiannya.

Ridho kini diterima di Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, jurusan Teknik Informatika. Ia berharap bisa menggabungkan ilmu teknologi dan agama untuk membuat aplikasi digital yang mempermudah anak muda menghafal Al-Qur’an. “Saya ingin buat aplikasi yang bikin ngaji itu keren dan gampang, terutama buat yang sibuk kayak saya dulu,” ungkapnya dengan semangat.

Bagi Ridho, hari kelulusan bukan sekadar penutup masa putih abu-abu. Bukan pula hanya tentang nilai akademis semata. Tapi tentang bukti bahwa ketekunan, doa orang tua, dan keyakinan bisa membawa seseorang meraih dua hal sekaligus—prestasi dunia dan bekal akhirat. Dan untuk Ridho, hari itu adalah momen yang akan ia kenang seumur hidup: hari ia lulus dari sekolah, dan juga dari mushaf

Comments