Meneladani Perempuan Tangguh di Zaman Rosulullah Bersama Ning Etna Iyyaa Miskiyah
Kediri-Kajian Talkshow Tsaqifa pada Kamis, 25 September 2025 terkait Meneladani Perempuan tangguh di Sekitar Rosulullah bersama Ning Etna Iyyana Miskiyah Lc. M, pdi di aula dosen Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri dikhianati oleh mahasiswi yang hadir.
Acara di buka oleh pembawa acara Adzkiyah Fadhilah dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Tribakti agar mencuat semangat para hadirat. Kemudian pembacaan sambutan dari wakil Rektor 3 Yasin Al-Falah, "Jika tidak ada Lirboyo tidak ada Tribakti", ungkap dalam kalimat terakhirnya.
Sesi Talkshow dipandu oleh Yunia Dwi Latifah S.E M.Pd bergulir kajian kisah perempuan Tangguh yang berada didalam dan diluar rumah Rosulullah yang dikaji oleh pengasuh Pondok Pesantren Almahrusiyah 2. Ning Etna memaparkan kisah pigur inspiratif muslimah yakni Istri-istri, putri-putri Rosulullah serta kisah Hindun binti Utbah dan Alkhomsah.
Setelah selesai kajian, peserta yang hadir sangat antusias dan memberikan pertanyaan, diantaranya dari dosen Ratna, Nila Lulu, Eka Susila, dan dari Nilna. Berupa menganalisis kisah perempuan di masa ini, cara meneladani sifat Nisaul quwat hingga meminta agar mendapat jodoh semulya istri Rosulullah.
Ning Etna juga menyampaikan bahwa suara perempuan untuk berdakwah juga diperlukan, sebagaimana seperti siti Aisyah sebagai guru bagi Sahabat yang tidak mendapatkan ilmu melainkan siti Aisyah sendiri, namun dengan memperhatikan aurat yang tidak berpotensi mengundang kesenangan semata. Lebih dari itu Ning Etna sendiri mengacungkan jempol kepada perempuan yang berdakwah melalui media sosial tanpa menampilkan wajah.
Ketua PSGA (pusat Studi Gender dan Anak) Amalia Rosyadi, dalam laporannya sudah mempersiapkan jauh sebelum hari, untuk menayangkan sebuah acara tentu butuh sebuah keberanian untuk menampilkan sosok inspiratif perempuan lainnya agar Tsaqifa memberikan warna. "Apa bedanya Tribakti sama kampus lainnya jika tidak ada kajian fiqh wanita bulanan?, Tsaqifa akan terus berjalan setiap bulan dan mendatangkan sosok inspirasi muslimah lainnya agar lebih berwarna" Ungkap dalam wawancaranya.
Sebelum berakhir kajian, Ning Etna menyampaikan sebuah permohonan maaf yang merasa atas terbatasnya ilmu yg dibagi dan membacakan doa kepada peserta yang hadir, dan berlanjut sesi foto bersama.
Comments
Post a Comment