Lempar buah
saat peringatan maulid di asrama Asyiqie
Rutinan lempar buah menjadi tradsi atau rutinan pondok
pesantren HM Almahrusiyah asrama Asyiqie
saat menjelang pertengah bulan maulud sebagai bentuk perayaan sang baginda nabi
Muhammad SAW. Tradisi llempar buah dipimpin oleh pengasuh KH Melvin Zainul
Asyiqin dan ning Alya Harir yang dibarengi dengan pembacaan pujian maulid
Adhiba’i.
Bulan
robiul awal merupakan bulan hijriyah yang dimulyakan, beragam pahala
dilipatgandakan di bulan suci ini sebab lahirnya manusia Mulya di muka bum yang
menjadi revolusi kemajuan peradaban manusia. Saat pertengahan bulan maulud umat
muslim di seluruh penjuru penjuru dunia berlomba-lomba memperingati kelahiran
sang pimpinan sejati dengan pembacaan pujian-pujian yang indah. Seperti yang di
selenggarakan di pondok pesantren HM Almahrusiyah asrama Asyiqie tepat pada malam
ahad tanggal 13 robiul awal.
Uniknya
dalam peringatan maulid, diasrama Asyiqie disiapkan berbagai ragam buah seperti
jeruk, salak, pir, apel, pisang dan mangga yang dilempar oleh sang pengasuh
yang diarahkan kepada para santri dan
para santripun saling berebut mendapatkan lemparan buah bahkan sampai mengena
kepalapun tak menciutkan semangat santri.
Saat pengisian
sesi mauidzoh hasanah beliau KH Melvin Zainul Asyiqie memaparkan tentang salah
satu makhluk yang sangat merindukan rosul dari mulai masanya nabi musa. Diceritakan
saat nabi Muhammad dan abu bakar bersembunyi di gua stur terdapat ular yang
menggigit kaki abu bakar sewaktu abu bakar menjaga rosul tidur hingga membuat
abu bakar menangis, konon ular tersebut tidak sengaja menggigit kaki abu bakar
karena senangnya hari menanti perjumpaan kepada nabi Muhammad karena sifat ‘asyiq
atau rindu yang terdalamnya siu lar.
Dari cerita
tersebut KH Melvin Zainul Asyiqien mengingatkan para santri bahwa sebagai umat
nabi Muhammad harus memponyai sifat rindu yang dalam terhadap sang pemimpin
sejati. Yang Rosulullah pun merindukan dan sangat memikirkan umatnya saat
sebelum menghembuskan nafas terakhir.
Pelemparan
buah yang di selenggarakan di asrama ‘asyiqie sebagai bentuk rasa Syukur menjadi
umat nabi Muhammad SAW dan memeriahkan hari lahirnya manusia Mulya di muka
bumi. Mulai dilemparkannya buah setelah selesainya pembacaan maulid adhiba’I hingga
selesai yang dipimpin doa langsung oleh KH Mevin Zainul Asyiqin.
Comments
Post a Comment