contoh pidato Etika Dakwah

 

STUDI DAKWAH   KPI III

Dosen Pengampu; Bpk. Bustanul Arifin

MEMAHAMI ETIKA PERGAULAN SESAMA MANUSIA

Oleh; M. Irfan & Nila Lulu Husniyah

Assalamualaikum Wr.Wb.

Bismillah....5x

الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى أله وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ.

Yang terhormat rektor uit lirboyo Dr. H. Reza ahmad zahid. Lc. M.A.

Yang kami hormati bpk bustanul arifin M.pd selaku dosen pengampu matkul hadis dakwah

Serta teman teman seperjuangan yang berbahagia dirahmati Allah

Pertama-tama, mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas nikmat yang dianugerahkan kepada kita semua sehingga diberi kenikmatan berupa kesehatan jasmani dan rohani untuk hadir dan bertatap muka di kelas KPI tercinta.

Sholawat ma’a salam biqoulina allahuma solli ala muhammad saw semoga tetap tercurahkan keharibaan baginda agung Nabi Muhammad saw. untuk nabi sebagai utusan paling mulia, nabi dan kekasih kita yang Allah utus menjadi rahmat bagi semesta alam.

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, setiap aspek kehidupan pasti membutuhkan antar tangan untuk saling melengkapi. Seperti contoh ketika kita makan membutuhkan berbagai peran seperti petani yang menanam padi penjual padi pemasak nasi dan peran lainnya yang hanya mungkin hanya melibatkan 1 peran. Hal seperti ini menujukan bahwa manusia sebagai makhluk yang lemah untuk mencapai tujuan manusia harus saling membantu mewujudkan apa yang di tujukian sehingga tercipta kehidupan yang harmonis dan sejahterah. Seperti hadis yang diriwayatkan oleh Imam muslim

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قال, قال رسول الله صلى الله عليه وسلم قَالَ: مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعَسِّرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِيْ الدُّنْيَا وَالآَخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمَاً سَتَرَهُ اللهُ فِيْ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَاللهُ فِيْ عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ، وَمَنْ سَلَكَ طَريقَاً يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْماً سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقاً إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيتَدَارَسُوْنَهَ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بهِ نَسَبُهُ .رَوَاهُ مُسْلِمٌ بِهَذَا اللَّفْظِ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menghilangkan satu kesulitan seorang mukmin yang lain dari  kesulitannya di dunia, niscaya Allah akan menghilangkan darinya satu kesulitan pada hari kdiamat. Barangsiapa yang meringankan orang yang kesusahan (dalam hutangnya), niscaya Allah akan meringankan baginya (urusannya) di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah  akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut mau menolong saudaranya. Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk mencari ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah–rumah Allah (masjid), membaca kitabullah, saling mengajarkan di antara mereka, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, diliputi oleh rahmat dan dinaungi oleh para malaikat serta Allah akan menyebut–nyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisiNya. Barangsiapa yang lambat dalam beramal, sungguh garis nasabnya tidak akan bisa membantunya.” (HR. muslim dengan lafazh ini).[1]

            Hadirin yang berbahagia

            Dalam hadis tersebut mengajarkan dan mengingat umat manusia agar sesuai hakikat diciptakannya yakni bermanfaat bagi umat dan Allah swt akan membalas setiap amal yang dikerjakan manusia meski sekecil biji sawi.

            Agama islam sangat mengatur setiap tingkah dan langkah umat manusia ketika berinteraksi dengan sesama, pentingnya manusia dalam menjaga keharmonisan agar membentuk umat islam yang rukun damai dan sentosa dengan saling mengulurkan tangan, bahu membahu meringankan beban yang dipikulkan saudara muslim lainnya.  

            Bayangkan bila manusia hanya memikirkan dan tak mau saling membantu pasti setiap kerjaan tak mungkin berjalan dan pasti tak bisa dikendalikan, setra munculnya sifat saling sombong menyombong antar sesama.

            Para hadirin beserta teman-teman yang saya muliakan dan saya cintai

            Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga sedikit kata yang dapat saya sampaikan mengenai anjuran saling membantu dan menjaga sesama umat muslim lainnya dapat di terapkan dan amalkan oleh kita semua. seperti contohnya, meringankan tugas saya yang menumpuk

.

Terimakasih atas perhatiannya.

Wassalamualaikum,wr.wb

Comments

Popular posts from this blog

Meneladani Perempuan Tangguh di Zaman Rosulullah Bersama Ning Etna Iyyaa Miskiyah

Cinta Tanah Air dan Maulid Nabi dalam Talkshow Tsaqifa bersama Ning Hafshah Kaffa dan Ning Royya Kaffa dari Pondok Pesantren Lirboyo

Pondok Pesantren Lirboyo menjadi framing negatif media Trans7